Wednesday, 20 March 2013

Difinasi Cinta menurut AL-Quran


Assalamualaikum,
Disini saya ingin berkongsi dengan sahabat-sahabat semua tentang pengertian cinta.Kita selalu dengar berbagai taksiran tentang cinta,cinta itu buta,cinta suci,ada yang berkekalan dan ada yang kecundang.Itulah bahana kesan cinta.Mari kita kaji satu-persatu maksud cinta yang terdapat didalam A-Qur’an.
Kata cinta dalam Al Qur’an disebut Hubb (mahabbah) dan Wudda (mawaddah), keduanya memiliki erti yang sama yaitu menyukai, senang, menyayangi.Sebagaimana dalam surah Ali Imram (14) :
3:14
“Dijadikan indah dalam pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (syurga).” Dalam ayat ini Hubb adalah suatu naluri yang dimiliki setiap manusia tanpa kecuali baik manusia beriman maupun manusia durjana.
Dari penbacaan saya terdapat satu hadis mengenai cinta,tetapi saya lupa dari siapa perawinya,disini saya kongsikan buat tatapan semua :
“man ahabba syai’an fa huwa `abduhu”, Barang siapa yang mencitai sesuatu pasti dia akan diperbudak olehnya. Berikut ini akan saya bahas erti cinta menurut Alquran.
Menurut hadis Nabi, orang yang sedang  jatuh cinta cenderung  selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai’an katsura dzikruhu),kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya (man ahabba syai’an fa huwa `abduhu). Kata Nabi juga,
ciri dari cinta sejati ada tiga :
(1) lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain.
(2) lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain.
(3) lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai dibanding kemahuan orang lain atau diri sendiri.
Didalam Al- Qur’an cinta memiliki 8 pengertian berikut ini penjelasannya:
1. Cinta Mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan “menyayangi”. Orang yang memiliki cinta jenis Mawaddah, mahunya selalu berduaan, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak biasa berfikiran lain.
2. Cinta Rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis Rahmah ini lebih
memperhatikan orang yang dicintainya disbanding terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih meskipun untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya. Termasuk dalam cinta Rahmah adalah cinta antara orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari itu maka dalam Al- Qur’an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham, yakni
orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri, yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana psikologi  kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim.
Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi ertinya menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta Mawaddah dan Rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin,dunia akhirat.
3. Cinta Mail, adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga tidak menpedulikan hal-hal lain, cenderung kurang diperhatikan.
Cinta jenis Mail ini dalam al Qur’an disebut dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang lama.
4. Cinta Syaghaf. Adalah cinta yang sangat mendalam, alami, kerinduan dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad syaghafaha hubba) biasanya seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir tidak menyedari apa yang dilakukan. Al- Qur’an menggunakan terma Syaghaf ketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, isteri pembesar Mesir kepada Nabi Yusuf.
5. Cinta Ra’fah, yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak tegas membangunkannya untuk solat, membelanya meskipun salah. Al- Qur’an menyebut terma ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta Ra`fah menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini khusus hukuman bagi pezina (Q/24:2).
24:2
“Perempuan yang berzina dan lelaki yang berzina, hendaklah kamu sebat tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali sebat; dan janganlah kamu dipengaruhi oleh perasaan belas kasihan terhadap keduanya dalam menjalankan hukum ugama Allah, jika benar kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat; dan hendaklah disaksikan hukuman siksa yang dikenakan kepada mereka itu oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman”.

6. Cinta Shobwah, yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku penyimpang tanpa sanggup mengelak. Al- Qur’an menyebut terma ni ketika mengkisahkan
bagaimana Nabi Yusuf  berdoa agar dipisahkan dengan Zulaikha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja), sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan bodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al jahilin (Q/12:33).
12:33
Yusuf (merayu kehadrat Allah Taala dengan) berkata: “Wahai Tuhanku! Aku lebih suka kepada penjara dari apa yang perempuan-perempuan itu ajak aku kepadanya. Dan jika Engkau tidak menjauhkan daripadaku tipu daya mereka, mungkin aku akan cenderung kepada mereka, dan aku menjadi dari orang-orang yang tidak mengamalkan ilmunya”.
7. Cinta Syauq (rindu). Terma ini bukan dari Al -Qur’an tetapi dari hadis yang menafsirkan Al_Qur’an. Dalam surah Al `Ankabut ayat 5 dikatakan : “bahawa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan tiba”. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma’tsur dari hadis riwayat Ahmad; wa as’aluka ladzzata an nadzori ila wajhika wa as syauqa ila liqa’ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu. Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab Raudlat al Muhibbin wa Nuzhat al Musytaqin, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang apinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah wa iltihab naruha fi qalb al muhibbi.
8. Cinta Kulfah. yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positif  meskipun sulit, seperti orang tua yang menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada pembantu. Jenis cinta ini disebut A-l Qur’an ketika menyatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, la yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286).
2:286
Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Ia mendapat pahala kebaikan yang diusahakannya, dan ia juga menanggung dosa kejahatan yang diusahakannya. (Mereka berdoa dengan berkata): “Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami ! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya. Dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami, dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir”.
Jika kita melihat kepada sejumlah kitab tafsir, maka akan ditemukan begitu banyak pendapat para ulama tentang Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah (QS Ar-Rum: 21).
30:21
Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaannya dan rahmatNya, bahawa Ia menciptakan untuk kamu (wahai kaum lelaki), isteri-isteri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu bersenang hati dan hidup mesra dengannya, dan dijadikanNya di antara kamu (suami isteri) perasaan kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi keterangan-keterangan (yang menimbulkan kesedaran) bagi orang-orang yang berfikir.
Itulah tiga kondisi yang Allah SWT tanamkan dalam hati setiap manusia normal sebagai salah satu tanda dari kekuasaan-Nya.
Pada umumnya, para ulama menafsirkan rahmah sebagai bentuk kasih sayang yang wujudnya lebih dalam dari sekedar cinta. Ia terwujud dalam sikap suami yang melindungi, mengayomi, dan tidak ingin isterinya mendapat celaka dan gangguan.
Dengan demikian, perasaan pertama yang muncul pada diri seorang suami pada isterinya adalah sakinah (ketenangan) saat berada di sisinya. Kemudian ia melahirkanperasaan cinta, dan pada tahap selanjutnya sikap kasih sayang.
Sikap kasih sayang inilah yang membuat suami isteri tetap akur dan harmonis sampai pada usia senja meski dorongan syahwat dan cinta sudah melemah.
Adapun para ulama berpendapat, bahwa cara untuk mendapatkan sakinahmawaddah, dan rahmatPertama, takwa kepada Allah baik dari sebelum menikah, dalam proses menikah, terlebih lagi sesudah menikah. Kedua, memahami rambu-rambu serta hak dan kewajiban suami isteri. Dan ketiga, berdoa selalu kepada Allah agar diberi sakinah. mawaddah, dan rahmah tadi
Ada juga pendapat yang mengungkapkan tentang makna Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah:
Pertama, Sakinah (ketentraman). Ia bermakna kecenderungan dan kecondongan hati. Artinya seorang lelaki (suami) akan senang dan merasa tenteram jika berada di samping wanita (isterinya).
Kedua, Mawaddah (cinta). Menurut Mujahid maknanya adalah jima (persetubuhan antara suami isteri). Namun, secara umum maknanya adalah kecintaan suami kepada isterinya.
Ketiga, Rahmah (kasih sayang). Ada yang menafsirkannya dengan kelahiran anak, sebagaimana bunyi firman Allah pada surah Maryam ayat 2 dan 7, yang menyebutkan anak sebagai rahmat.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Rujukan : kitab Raudlat al Muhibbin wa Nuzhat al Musytaqin dan taksir Al-Quran.

Penemuan Saintifik dan Kelebihan Jika Kita BERWUDUK

Sabda Rasulullah (s.a.w)

"Apabila seseorang hamba muslim atau mukmin berwuduk, lalu ia mencuci wajahnya, maka akan keluar dari wajahnya setiap dosa yang ia lihat(yg haram) bersamaan dengan air atau bersama titisan air terakhir, bila ia mencuci kedua tangannya, keluar dosa2 yang dilakukan kedua kakinya bersamaan dengan air atau bersamaan dengan titisan air terakhir hingga ia keluar dlm keadaan bersih dari dosa"

Hadith Riwayat Muslim



Beberapa Penemuan Saintifik Melalui Berwuduk:

1.Apabila air dingin melalui tubuh yg letih ia mampu melancarkan peredaran darah membuatkan tubuh lebih segar.


2 .Air dingin meningkatkan keupayaan sel darah putih dalam tubuh serta meningkatkan sistem pertahanan tubuh melawan virus.


3 .Berwuduk di waktu pagi meningkatkan produktivit hormon estrogen sekaligus meningkatkan tahap kesuburan.


4.Boleh memperbaiki jaringan kulit dan buat kuku lebih sihat dan kuat..


5 .Air dingin pada waktu pagi mampu menghasilkan ion2 negatif yang boleh meneutralkan darah dan membantu menyerap oksigen dengan lebih optimal sehingga wajah kelihatan lebih cerah dan berseri

Tuesday, 19 March 2013

Seandainya Wanita Tahu


Seandainya Wanita tahu..
Apabila seorang lelaki jatuh cinta,
Wanita itu tidak semestinya punya rupa paras yang cantik
tetapi wanita itu adalah segalanya di hatinya.


Seandainya Wanita tahu..
Apabila seorang lelaki itu mengalirkan air mata,
itu bukan bermakna dia bersandiwara,
tetapi dia sedang mencari kekuatan
untuk terus tabah menyintai wanita itu.

Seandainya Wanita tahu..
Apabila seorang lelaki itu marah,
memang dia tidak mampu mengawal perasaannya
tapi percayalah, itulah maknanya
dia sangat mengambil berat dan menyayangi wanita itu.
Lihat saja pasangan yang baru bercinta, mereka jarang bergaduh.
Tetapi percayalah semakin bertambah sayang mereka pada seseorang,
semakin pula banyak pertelingkahan yang berlaku.

Seandainya Wanita tahu..
Apabila lelaki itu bercakap banyak,
dia tidak pernah bermaksud untuk membuat anda rimas,
tapi dia mahu wanita mengenalinya dengan lebih dekat.

Seandainya Wanita tahu..
Apabila lelaki berkata dia mahu anda berubah,
itu bukan bermakna dia tidak mahu menerima anda seadanya,
tetapi dia mahu menjadikan anda lebih baik,
bukan untuk dirinya,
tetapi untuk masa depan anda.

Seandainya Wanita tahu..
Apabila lelaki cemburu dan tidak percayakan anda,
bukan bermakna dia tidak sayang..
tetapi dia terlalu sayangkan anda
dan masih menganggap anda anak kecil
yang masih memerlukan sepenuh perhatian.
Kadang2 dia terlalu risau sekiranya terlalu percaya,
anda akan mengkhianati kepercayaan yang diberi.
Naluri sayangnya yang sangat kuat.
Dia hanya mahukan yang terbaik untuk anda.

Seandainya Wanita tahu..
Apabila lelaki merajuk,


Dia bukan mahu anda membelainya
tetapi cukup dengan perhatian
yang boleh buat lelaki itu rasa dihargai.

Seandainya Wanita tahu..
Apabila lelaki jarang mengatakan ‘i love u’,
itu tidak bermaksud dia tidak menyintai
tetapi dia mahu wanita itu merasai sendiri cintanya,
bukan hanya hadir dari kata-kata
tetapi juga melalui bahasa tubuhnya.

Seandainya Wanita tahu..
Apabila lelaki itu berkata dia sangat merinduimu,
dia benar-benar maksudkannya.
Apabila berjauhan, bayanganmu akan sentiasa bermain di mata.

Seandainya Wanita tahu..
Apabila lelaki kata wanita lain itu lebih baik dari kamu,
jangan percaya kata-katanya
kerana dia hanya mahu menguji kamu.
Dia mahu melihat sejauh mana kamu sanggup menjadi yang terbaik di matanya.
Walaupun sebenarnya memang kamulah yang terbaik di hatinya.
Selagi dia dengan kamu, percayalah,
walaupun lelaki menganggap masih ramai lagi yang lebih baik di matanya
tetapi di hatinya, kamu tetap yang terbaik.

Seandainya Wanita tahu..
Apabila lelaki menjadi degil,
dia bukan bermaksud untuk menjadi degil
tapi dia mahu melihat
sejauh mana wanita itu mampu bersabar dengan kerenahnya.
Percayalah,hati lelaki sangat lembut walaupun luaranya kelihatan tegas dan garang
Andai kena caranya,
jangan terkejut kalau akhirnya dia menukar fikirannya dalam masa sesaat.

Seandainya Wanita tahu..
Apabila lelaki berkata,
“Tolong tinggalkan saya!”,
dia tidak bermaksud menyuruh anda pergi selamanya.
Dia hanya mahu menenangkan fikirannya sebentar saja.
Apabila dia kembali tenang,
percayalah dia akan mencari anda semula.
Itu tandanya dia benar-benar menyintai anda.
Lelaki sukar untuk mengawal perasaan.
Dia terlalu emosional.
Tapi dialah yang paling menyayangi anda
dan sangat sensitif dengan perubahan pada diri anda.

Seandainya Wanita tahu..
Sememangnya Allah menciptakan lelaki dan perempuan itu
dengan perbezaan yang tersendiri.
Tetapi sekiranya mereka saling memahami,
mereka akan saling melengkapi dan menyempurnakan.
Lelaki itu diciptakan oleh Allah indah sekali.
Di sebalik ketegasan sikapnya,
tersimpan seribu satu perasaan sayang
yang selalu menjadikan seorang wanita itu merasa selamat bersamanya.

Bila Hati Berbicara



Bila Hati berbicara tiada apa yang dapat ku ungkapkan,mulut tertutup rapi hanya 
Tangan yang menari-nari mengikut rentak alunan hati.


Assalamualaikum,
Selamat pagi pembaca semua diharapkan kita semua berada dalam keaadaan sihat dan dirahmati Allah S.W.T selalu.

Hati manusia ni sama... semua berperasaan..
kalau tak berperasaan tu bukan manusia namanya
ada yang cepat benar tersentuh hatinya...
ada yang keras hatinya .. lambat nak terasa hatinya..

sepanjang penghidupan aku di dunia ini..
tahap kemasinan garam yang telah dirasai sedikit sebanyak mengajar aku betul lurus kehidupan..
aku belajar bahawa
salah! jika kamu beranggap semua orang akan bahagia jika kau bahagia..
salah! jika kamu beranggapan setiap senyuman yang dilemparkan itu akan mendapat balasan yang sama
salah! jika kau beri gula gula orang akan ingat kemanisannya sampai mati
salah! jika kau anggap semua angguk itu tanda setuju..

namun...
betul! tak semua orang itu berhati hasad
betul! kebaikan akan menang.. dan kejahatan akan kalah juga akhirnya..
betul! kebahagiaan akan datang selepas kesusahan

Betul! percayalah ..

jika kita buat salah.. sudah tentu akan dipandang salah dan orang akan cepat menghukum!
jika kita buat betul.. pun masih ada orang yang mahu memandangnya sebagai kesalahan..
jadi.. buatlah yang betul yang disukai Allah..! kerana,
hanya Allah sahaja Penilai yang sebenar benarnya atas segala sesuatu!

aku tak perlu terlalu memikirkan mahu membuat segalanya seperti yang kamu mahu..
kerana sudah jelas setiap jenis kebaikan yang ku buat tetap tidak akan pernah cukup.. jika kau tetap tidak mahu menerimanya..

Perjalanan Sebuah Kehidupan


Perjalanan hidup ini tiada siapa yang dapat meramalnya. Keindahan pentas dunia, sering kali mengkhayalkan para pelakonnya daripada menjiwai watak sebenar sebagai seorang hamba-Nya. Firman Allah dalam surah al-Imran ayat 14, yang bermaksud:

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada syahwat (perkara yang diingini nafsu), iaitu wanita-wanita, anak-pinak dan harta benda yang banyak melimpah-limpah berupa emas, perak, kuda-kuda yang dipelihara yang bertanda serta baik, binatang-binatang ternakan serta kebun-kebun tanaman. Demikian itu merupakan kesenangan hidup di dunia. (Ingatlah) Di sisi Allah ada tempat kembali yang sebaik-baiknya (iaitu syurga).”


Disepanjang hayat sejarah kemanusiaan, dalam tamadun mana sekalipun, meski apa darjatnya, meski sebayak mana sekalipun kekayaan hartanya, yang mempercayai kewujudan Tuhan ataupun tidak, seluruh kelompok manusia kesemuanya tidak akan mampu menafikan satu hakikat yang nyata, iaitu maut. Sesungguhnya, seluruh manusia akan melalui episod yang sama pada akhir ceritera hidupnya dengan menemui ajalnya. Setiap yang bernyawa akan merasai mati (rujuk: Surah al-Imran, ayat 185).

Tidak ada yang perlu dibanggakan dalam hayat kehidupan di dunia ini, kerna segala-galanya hanyalah bersifat sementara. Hayati firman Allah azza wa jalla dalam surah Yunus ayat 24, yang bermaksud:
“sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu hanyalah seperti air hujan yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah (dengan suburnya) tanam-tanaman di bumi daripada jenis-jenis yang dimakan oleh manusia dan binatang ternakan. Hingga apabila bumi itu lengkap sempurna dengan keindahannya dan berhias (dengan bunga-bungaan yang berwarna-warni), dan pendudunya pun menyangka bahawa mereka pasti menguasainya (dapat mengambil hasilnya), tiba-tiba datang perintah Kami (menimpakan bala bencana) pada waktu malam atau pada siang hari, lalu Kami jadikannya hancur-lebur bagaikan tanaman yang sudah dituai, seolah olah tidak tumbuh semalamnya. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) Kami satu persatu kepada kaum yang mahu berfikir.”


Dalam kehidupan manusia segenap lapisan masyarakat, tersemat disanubari satu lagi hakikat yang sering didambakan dan yang tidak dapat disembunyikan buat selama-lamanya sampai akhir usia dunia, iaitu apa yang dinamakan sebagai kebenaran. Sebagaimana manusia tidak dapat lagi menafikan kehadiran maut, demikian juga manusia tidak akan dapat mendustakan kebenaran. Setelah maut memisahkan jasad dan nyawa, maka manusia akan melihat kebenaran yang jelas nyata. Sesungguhnya kebenaran itu adalah disisi Tuhan Yang Maha Esa.

Apabila seseorang itu tidak “menemui” Tuhan atau tidak ada hubungan dengan Tuhan (habluminallah), maka perjalanan hidup yang luas ini terasa sempit baginya dan tidaklah kehidupan ini mampu memberi apa-apa makna dalam hayat hidupnya. Percayalah, tidak ada apa-apa yang hilang disisinya apabila dia ada Allah (beriman kepada Allah), dan tidak ada apa-apa yang dijumpainya atau diperolehinya apabila tidak ada iman dalam hatinya kepada kebesaran kerajaan Allah tabaraka wa taala.

Sesungguhnya kehidupan ini adalah suatu keajaiban. Maka, lihatlah kehidupan ini dengan kaca mata yang benar dalam aspek mencari kebenaran, akur kepadanya serta mempertahankannya sehingga hembusan nafas yang terakhir.

Rasulullah saw pernah mengkhabarkan perihal bagaimana kejadian manusia diciptakan secara berperingkat dengan begitu menakjubkan. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dalam kitab sahih mereka, dari sahabat Abdullah bin Mas’ud ra menyatakan bahawa Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya setiap daripada kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya berbentuk nuthfah (setitis air mani) selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi bentuk ‘alaqah (gumpalan darah) selama masa itu (40 hari), kemudian menjadi mudhghah (gumpalan daging) selama masa itu (40 hari) pula. Kemudian diutus kepadanya Malaikat, lalu ditiupkan kepadanya roh dan dia (Malaikat) diperintahkan untuk menulis empat perkara (terhadapnya); menulis rezekinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya.”

Setelah peringkat-peringkat penciptaan ini menyempurnakan kejadiannya, maka lahirlah makhluk yang bernama manusia dalam alam dunia. Ketika manusia dilahirkan, dia tidak ada sebarang pengetahuan mengenai kehidupan ini malah dia tidak mengerti akan tujuan penciptaannya di atas permukaan bumi. Namun, hari berganti hari, tahun berganti tahun, manusia membesar secara berperingkat pula lalu menafsirkan hidup ini melalui peristiwa demi peristiwa yang Allah tabaraka wa taala membawanya dengan penuh hikmah.

Sewaktu perkhabaran Rasulullah saw ini, era Baginda saw beserta para sahabah belum ada sebarang teknologi yang canggih untuk mengkaji serta menjalankan penyelidikan berhubung peringkat-peringkat kejadian manusia. Sungguh, para profesor dunia Barat baru mengetahui hal ini hanya belakangan ini sahaja itupun dengan melalui kajian-kajian yang mendalam beserta bantuan alatan-alatan teknologi moden abad ke-20.

Kebenaran tetap kebenaran meskipun memerlukan berabad lamanya untuk dibuktikan kebenarannya. Namun, ketika Rasulullah saw mengungkapkan perkara ini pada eranya, Baginda saw dikatakan oleh bangsanya sendiri sebagai seorang ahli sihir sesat malah ada yang mengatakannya seorang yang gila! Sekarang lihat, pihak yang mana yang benar-benar diatas jalan kebenaran dan pihak yang mana yang menyalak laungan pendustaan.

Beberapa faedah yang dapat kita peroleh melalui hadis ini. Pertama, berimanlah seteguhnya dengan kebenaran yang dibawa dan jangan sesekali terpengaruh dengan ideologi masyarakat sekeliling yang kebanyakkannya bersimpang daripada landasan kebenaran. Sememangnya dunia akhir zaman ini telah menjadikan golongan-golongan yang membawa kebenaran sebagai “golongan yang asing”. Sungguh, agama ini datang dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing. Maka teguhkanlah semangat perjuangan demi mendaulatkan ketulenan agama yang suci ini.

Kedua, hadis ini menjadi salah satu dalil yang menunjukkan bahawasanya setiap perkataan, perbuatan dan pengakuan Rasulullah saw adalah daripada Allah azza wa jalla. Sebagaimana firman Allah dalam al-Quran al-azim bahawasanya setiap yang diperkatakan oleh Muhammad itu tidak lain adalah wahyu daripada-Nya dan bukan pula mengikut hawa nafsunya.
Logik akal mengatakan, mana mungkin seorang manusia yang tidak tahu membaca dan menulis mampu mengkhabarkan peringkat-peringkat kejadian manusia secara terperinci tanpa sebarang bantuan teknologi moden melainkan diberitakan kepadanya oleh Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Ketiga, hadis ini menjadi dalil bahawa roh manusia ditiupkan oleh Malaikat setelah 120 hari dalam kandungan. Daripada hadis ini juga para sarjana mengambil hukum, mengeluarkan fatwa lalu menyelesaikan beberapa masalah.
Contohnya, apabila terjadinya keguguran setelah 120 hari dalam kandungan (setelah roh ditiupkan), maka mayat bayi itu harus dimandikan, dikafankan, disolatkan dan dikebumikan ditanah perkuburan Islam. Bahkan harus diberi nama dan diadakan aqiqah untuknya, sebab bayi itu telah menjadi manusia yang sempurna dan tetap atasnya hukum orang dewasa dalam hal ini.

Keempat, hadis ini juga menunjukkan betapa Allah tabaraka wa taala meletakkan perhatian-Nya keatas hamba-hamba-Nya yang kerdil ini. Betapa Allah sangat-sangat teliti terhadap ciptaan-Nya sehingga meletakkan tugas khas kepada sebahagian Malaikat-Malaikat-Nya untuk mengawasi manusia ketika dalam kandungan ibunya, juga mengutuskan Malaikat ketika ia lahir kedunia, demikian pula ada Malaikat yang diutus untuk menutup tirai lakonannya diatas pentas dunia yang fana. Ini semua menunjukkan betapa besar perhatian Allah taala kepada kita meskipun sebilangan hamba-hamba-Nya sering melupakan-Nya. (Pesanan untuk diri penulis dan pembaca yang mulia.)

Kelima, bahawasanya rezeki, ajal, amal, dan kecelakaan atau kebahagiaan seseorang telahpun ditulis dan hal ini menafikan ideologi sebahagian kelompok yang menyatakan bahawasanya Allah tidak tahu apa yang makhluk bakal lakukan melainkan setelah perkara itu telah dilakukan oleh makhluk-Nya. Sungguh keji perkataan mereka.
Jika ada yang bertanya: Seandainya segalanya ini telah dituliskan, adakah ini bererti kita tidak perlu berusaha untuk mendapatkan rezeki? Maka katakanlah kepada orang itu bahawa kita diperintahkan untuk berusaha. Sesungguhnya, manusia manapun tidak ada yang tahu akan apa yang telah dituliskan untuk dirinya. Kerana itu, kita hanya diperintahkan untuk berusaha mendapatkan apa yang bermanfaat untuk kita dan menjauhi dari apa yang membahayakan kita.

Dalam hadis yang sama, Rasulullah saw melanjutkan ucapannya:
“Demi Allah yang tidak ada Tuhan yang berhaq diibadahi dengan benar selain-Nya, sesungguhnya ada diantara kalian yang beramal dengan amalan ahli Syurga sehingga jarak antara dirinya dengan Syurga tinggal sehasta, akan tetapi ketentuan (takdir) telah mendahuluinya kemudian dia beramal dengan amalan ahli Neraka, maka masuklah dia kedalam Neraka. Dan sesungguhnya diantara kalian ada yang beramal dengan amalan ahli Neraka sehingga jarak antara dirinya dengan Neraka tinggal sehasta, akan tetapi ketentuan (takdir) telah mendahuluinya kemudian dia beramal dengan amalan ahli Syurga, maka masuklah dia kedalam Syurga.”

Seandainya dia mengerti bahawasanya tidaklah Allah menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Nya, maka selamatlah dia dengan kebenaran kalamullah itu. Kontradiksinya, jika dia gagal untuk menghayati kebenaran agama yang suci ini (Islam), dukacitalah dipengakhiran hayatnya diabadikan dalam Neraka. (Semoga Allah memelihara kita semua).

Lanjutan hadis ini menjelaskan kepada manusia, bahawasanya diakhir ceritera anak cucu Adam terdapat dua kemungkinan, iaitu sengsara atau bahagia. Firman Allah dalam surah Hud ayat 105 yang bermaksud:
“Maka diantara mereka ada yang celaka dan ada yang bahagia.”
Firman-Nya lagi dalam surah at-Taghaabun ayat dua yang bermaksud:
“Dia-lah yang menciptakan kamu maka di antara kamu ada yang kafir dan di antara kamu ada yang mukmin.”
Pohonlah kepada Allah agar Dia menjadikan kita semua termasuk golongan yang diredhai-Nya, yang dapat mengecapi nikmat kebahagiaan dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Bahagian kedua dalam hadis ini membawa satu pesanan yang amat menggugat jantung hati manusia. Antaranya, kita diperintahkan untuk istiqamah dalam urusan kehidupan. Sesungguhnya istiqamah bukanlah suatu perkara yang mudah untuk dilaksanakan meskipun ringan di lidah yang mengungkapkan.
Bayangkanlah, betapa rugi insan yang sepanjang hayatnya beramal dengan amalan ahli Syurga namun dihujung persimpangan hayatnya dia beramal dengan amalan ahli Neraka, maka tergelincirlah dia kedalam Neraka kerana tidak istiqamah beramal dengan amalan ahli Syurga. Disini, wujud kepentingan untuk terus teguh istiqamah beramal dengan amalan-amalan yang diredhai-Nya kerna kita tidak tahu bila nyawa kita akan diambil oleh Malaikat Maut.
Demikian juga sebaliknya, kita tidak boleh untuk menghukum seseorang yang sering melakukan kejahatan dan kemungkaran disepanjang hayatnya. Siapa tahu, mungkin diakhir-akhir hidupnya dia mula insaf dan mula beramal dengan amalan ahli Syurga lalu dia dimasukkan dengan rahmat Allah ke dalam Syurga?

Harus diingat, untuk memperoleh hidayah Allah atau mencari petunjuk Allah swt adalah lebih mudah jika dibandingkan untuk teguh istiqamah diatasnya. Perlaksanaan istiqamah ini secara tidak langsung menuntut kita untuk berada tetap diatas landasan kebenaran yang lurus sehingga diakhir persimpangan kita menemui ajal. (Mudah-mudahan hayat kita ditutup dengan kebaikan.)

Dalam aspek kelangsungan dakwah, contohilah Nabi Nuh as yang istiqamah dengan agenda dakwahnya selama hampir seribu tahun. Sebagaimana diberitakan dalam al-Quran, Nabi Nuh as berkempen siang dan malam dengan mengaplikasikan pelbagai kaedah dakwah. Namun, apa kata Nabi Nuh as? Katanya, tidaklah bertambah jumlah orang yang mahu menerima dakwahnya melainkan mereka lari daripadanya. Mereka tutup telinga dengan jari-jemari mereka dan mereka tutup kepala mereka dengan pakaian mereka tanda protes dengan dakwah Nabi Nuh as. Itupun Baginda as tidak berputus asa menggerakkan dakwahnya di atas muka bumi ini.


Tersenyumlah. Jangan Bersedih, Allah Bersama Kita


Saat kita menempuhi onak duri dunia, ya mungkin ada kalanya, kesedihan itu terus memanjat-manjat di dasar hati lantaran ada dugaan yang memedihkan dan mengusik ketenangan jiwa. Air mata seakan bersedia mahu keluar agar tidak terus berombak di kolam hati. saat itu mungkin sabar tidak dikenali lagi. Dalam terharu, air mata tumpah juga, mengalir deras mengeringkan derita. Kemudian ada sedikit ketenangan mula menyusup membalut lara, sinar-sinar harapan menampakkan cahaya menyuluh jalan yang lebih bahagia. Keyakinan seakan tumbuh dari sokongan dan kesedaran, wajah mula tenang dan senyuman mudah terbentuk. Cerialah diri. Suka duka, sedih gembira bagaikan silih berganti. Wahai hati, ingatlah diri kita ini tidak hidup abadi. esok, lusa, mana tahu kita akan mati.
Wahai Hamba Ilahi,
Allah mendugamu bukan kerna Dia mahu menyusahkan dirimu tetapi Dia ingin mengetuk hatimu yang tidak pernah lelah bermain dengan dunia agar dirimu kembali lurus pada jalanNya..
Ingatlah, Allah tidak pernah melupakan kita tetapi mungkin kita yang selalu melupakanNya, melupakan ayat-ayatNya, melupakan nikmat-nikmat yang telah kita pinjam dariNya..
Ketika kita senang, dengan enteng kita meninggalkanNya. Ketika kita susah, kita meraung menyeru namaNya. tidak malu kah kita padaNya? sedarlah ! kita hambaNya bukan siapa-siapa. Jika tidak kerna kasih sayangNya kita tidak akan dapat merasai apa yang kita miliki tika ini..
Sedarlah jiwa-jiwa yang terleka.
Hadapilah segala ujian dengan rasa kehambaan kepadaNya.Tersenyumlah kerna setiap kesulitan itu pasti akan disusuli oleh kemudahan.Sesungguhnya dugaan dan ujian hadir dalam hidup kita adalah tanda sayangnya Allah pada kita. Oh untungnya kita.
Ayuh kembali menjadi hamba-Nya, kesilapan yang lalu jadikanlah sebagai pengajaran buat kita agar terus berjaya di masa depan .Jangan biarkan kegagalan itu membunuh jiwa kita untuk terus bangkit.
Buatmu wahai jiwa – jiwa yang terluka..
Jangan bersedih, kerana qadha’ telah ditetapkan, sesuatu yang ditakdirkan telah terjadi, pena-pena telah mengering, lembaran-lembaran catatan ketentuan telah pun dilipat, dan setiap perkara telah ditetapkan! Betapapun, kesedihan anda tidak dapat mendahulukan atau menta’khirkan kenyataan yang terjadi, dan tidak juga mampu menambahkan atau mengurangi apa yang telah ditetapkan.
Jangan bersedih, kerana kita telah melalui kesedihan itu kelmarin dan ia sama sekali tidak memberi sebarang manfaat pun pada keesokan hari nya. kesedihan demi kesedihan bakal membuat kita semakin terperuk dalam keputus asaan dan dunia yang luas dirasakan sempit dan tidak lagi berguna. Padahal, dunia inilah kesempatan untuk kita dekatkan diri kepada Allah untuk kita raih syurgaNya yang tersangat indah serta bebas daripada rasa kesedihan
Jangan bersedih, sebab usia anda yang sebenarnya adalah kebahagiaan dan ketenangan anda. Oleh sebab itu, jangan habiskan usia anda dalam kesedihan, jangan biarkan malam-malam anda dalam kecemasan, jangan anda tukar kebahagiaan dengan ketakutan, dan jangan mensia-siakan waktu anda yang masih tersisa, kerana sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang mensia-siakan waktu.
Wahai hamba Allah, iaitu saya dan kamu..
Gara-gara kesedihan, air yang manis akan terasa pahit, makanan yang lazat terasa hambar dan bunga mawar yang mekar mewangi terus menjadi layu. Kita sendirilah yang menggerakkan saraf pemikiran kita, mengubah situasi kita, meletihkan hati kita dan menganggu tidur kita dengan rasa kesedihan itu.
Ingatlah tangisan terindah itu apabila butir-butir airmata mengalir hangat di pipi lantaran terasa diri kita begitu kerdil di sisi Allah dan begitu berdosanya kita disisi Allah. Jika kita soal pada hati kita yang paling dalam. berapa banyakkah dosa kita? sikitkah? banyakkah? terhitungkah? Allahu Rabbi… Semoga Allah sentiasa mengampuni dosa-dosa kita serta menggerakkan hati-hati kita supaya sentiasa bertaubat kepadaNya agar diri kita tidak tenggelam dengan dosa-dosa yang menggelapkan hati lalu memadam nur hidayah yang diidami..sama-sama kita renungi diri kita ini lebih-lebih lagi yang menulis ini dan sahabat-sahabat yang dikasihi. insyaAllah, moga Allah redha ke atas kita semua.

Lihatlah disekeliling kamu dan teguhkan pendirianmu, sepanjang hidup dan usiamu jangan mudah berputus asa, senyuman yang kau berikan dan airmata yang kau titiskan, simpan.. jadikan tauladan, segala yang kau pandang dan dengar, simpan.. buat pedoman. 

 “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.” – (Surah Al-Imran:139)

Apa Makna Di Sebalik Ijab dan Kabul?


Assalamualaikum..
InsyaALLAH hari ni berkongsi sedikit ilmu, semoga bermanfaat buat kita, berkenaan dengan perkahwinan dan apa di sebalik perkahwinan..
Bila disebut kahwin, nikah pasti hati berbunga-bunga dan girang.. Baik lelaki mahupun peempuan.. Tapi apa sebenarnya pandangan kita tentang perkahwinan sebenarnya? Apa yang kita faham tentang tersirat di sebalik perkahwinan tu? Apa yang kita tahu tentang tanggungjawab bila begelar suami dan isteri?
Wahai lelaki..
Saya ajukan persoalan adakah bersedia kita untuk menempuh alam perkahwinan dan bersediakah kita menjadi suami? Faham kah kita apa tanggungjawab kita sebagai suami? Faham kah kita tentang maksud amanah kepada kita?
Wahai wanita..
Adakah bersedia menjadi isteri? Adakah kita tahu kepentingan berpegang kepada satu perkataan iaitu taat? Apakah bersedia menjadi pendamping si suami? Adakah mampu kita melengkapi diri suami?
Tahu kah sebagai lelaki apa dipertanggungjawabkan selepas menerima ijab dari wali si perempuan? Kita mungkin hanya melihat “Aku terima nikahnya seperti tersebut” sebagai sah lelaki menjadi suami, dan mungkin hanya mengangguk mengesahkan lafaz tersebut, tapi sedarkah maksud yang besar di sebalik lafaz aku terima nikahnya itu?
Jadi untuk lebih mudah kepada kita, saya cuba dengan pendekatan seperti ini, andai kata sukar untuk memahami maksud “aku nikahkan dikau” itu, secara senangnya seperti ini.
“Sudikah kamu tanggung segala dosa yang dia buat di dalam batas pandanganmu dan kamu hanya memandang? Sanggupkah kamu ditarik ke neraka atas segala apa yang terabai untuk perempuan yang engkau peristerikan? Segala apa yang isteri kamu buat, semuanya atas tanggungjawab kamu dan adakah kamu sanggup? Relakah kamu menjadi dayus andai kata maksiat dari isteri kamu sedangkan kamu membisu? Dan sanggupkah kamu menjaga amanah ini sehingga kamu kembali kepada ALLAH”
Ini sebenarnya maksud dari ijab itu, kita ambil remeh ambil ringan perkara ni, kita tanya kawan-kawan saudara mara berapa ramai yang betul-betul hayati apa maksud sebenar amanah ini dari ALLAH.. Dan saat kita menerima lafaz ijab itu, maka terletaklah di atas bahu kita tanggungjawab itu, dan setiap kali kita mungkiri apa yang kita patut tunaikan, maka itu akan ditulis dan disoal di hadapan ALLAH nanti..
Bukan senang kan jadi lelaki, tapi kalau ikut syariat yang dianjurkan agama, insyaALLAH akan ada kesenangan.. Jadi walaupun kali ini penulisan agak ringkas (hanya menekankan tanggungjawab dan huraian sedikit tentang lafaz ijab, yang insyaALLAH akan tiba pada kita sebagai lelaki) diharap dapat memberi manfaat kepada kita..
Wallahu a’lam..